Senin, 09 Agustus 2010

Info Bumi



Letusan Gunung Api Terbesar


Letusan gunung berapi merupakan fenomena alam yang sangat mengagumkan yang menarik perhatian umat manusia.
Letusan gunung berapi terbesar terjadi pada tahun 1815 di Indonesia dengan skala letusan tingkat 7. Gunung Tambora yang ada di pulau Sumbawa, Nusa tenggara barat meletus dengan memuntahkan 100 kubik kilometer magma, akibatnya menimbulkan tsunami setinggi 10 meter, dan menimbulkan korban 92.000 jiwa. Selain itu letusan gunung api terbesar di dunia ini mengakibatkan terjadinya penurunan temperatur global sekitar 3 derajat Celcius akibat debu yang di lontarkan ke angkasa.
Letusan gunung berapi dapat di ukur berdasarkan Indeks letusan gunung berapi (Volcanic Explosivity Index). Letusan di ukur berdasarkan banyaknya abu yang di keluarkan. Letusan ini di beri nilai mulai dari 0 - 8.
Indeks Letusan Gunung Berapi


  • skala 0 tidak eksplosif tinggi abu dibawah 100 m dan banyaknya abu yang di semburkan ribuan meter kubik


  • skala 1 letusan ringan dengan ketinggian abu 100-1.000 m dan banyaknya abu yang di semburkan puluhan ribu meter kubik


  • skala 2 letusan eksplosif dengan ketinggian abu 1-5 km dan banyaknya abu yang di semburkan jutaan meter kubik


  • skala 3 letusan hebat dengan ketinggian abu 3-15 km dan banyaknya abu yang di semburkan puluhan juta meter kubik


  • skala 4 kataklismik dengan ketinggian abu 10-25 km dan banyaknya abu yang di semburkan ratusan juta meter kubik


  • skala 5 paroksimal dengan ketinggian abu diatas 25 km dan banyaknya abu yang di semburkan satu kilo meter kubik


  • skala 6 Kolosal dengan ketinggian abu diatas 25 km dan banyaknya abu yang di semburkan puluhan kilo meter kubik


  • skala 7 Super Kolosal dengan ketinggian abu diatas 25 km dan banyaknya abu yang di semburkan ratusan kilo meter kubik


  • skala 8 Mega-Kolosal dengan ketinggian abu diatas 25 km dan banyaknya abu yang di semburkan ribuan kilo meter kubik
Berikut ini daftar letusan gunung berapi terbesar di dunia sepanjang 10.000 tahun terakhir
  1. Tambora tahun 1815 skala 7
  2. Taupo New Zealand 186 AD skala 7
  3. Kurile Lake Kamchatka, Russia 6640 BC skala 6
  4. Aniakchak Alaska 3450 yr ago skala 6
  5. Crater Lake USA 6850 ago kala 6
  6. Kikai-Akahoya Japan 6300 ago skala 6
  7. Kuwae Vanuatu 1452 skala 6
  8. Santorini Greece 3600 ago skala 6
  9. Ambrym Vanuatu 50 AD skala 6
  10. Krakatau Indonesia 1883 skala 6
  11. Katmai Alaska 1912 skala 6
  12. Pinatubo Philippines skala 5                                                                                                                                                     


  13. Lapisan Bumi
    Bumi tempat kita tinggal terdiri dari empat lapisan yaitu kerak bumi merupakan lapisan terluar tebalnya rata-rata 32 km, lapisan mantel tebalnya 2.900 km, lapisan inti bagian luar tebalnya 2.250 km, dan lapisan inti yang tebalnya 1.280 km.
    Lapisan-lapisan kulit Bumi
    Lapisan terluar tempat kita tinggal di sebut kerak bumi, kerak bumi terdiri dari batuan padat dengan ketebalan rata-rata 32 km. Lapisan kerak Bumi paling tebal sekitar 65 km yang berada dibawah daratan. Kemampuan manusia dalam mengali kerak Bumi baru sekitar 15 km. Lapisan kerak Bumi tertipis berada di bawah samudra yaitu sekitar 8 km, tepatnya di bawah palung Mariana (kedalaman palung 11 km).
    Lapisan mantel yang tebalnya 2.900 km terdiri dari mineral-mineral seperti besi dan magnesium serta magma (batuan cair).
    Inti Bumi terletak pada laisan terdalam. Inti bagian luar dengan ketebalan 2.250 km terdiri dari unsur besi yang berujud cair. Sedangkan inti Bumi bagian dalam berupa besi padat. Panas di inti bumi di perkirakan 5.000 derajat Celcius. Jadi dengan kata lain kita hidup di atas kompor yang maha panas!
    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


    Cara Terbentuknya Oasis



    Anda tentu tahu betapa berharga nya air di gurun pasir yang maha luas seperti gurun Sahara di Afrika.






    Bagaimana pun juga mahluk hidup yang ada di gurun tentu memerlukan air tawar sebagai sumber kehidupan. Air tawar yang muncul di permukaan gurun pasir di kenal dengan Oasis (Oase). Jadi Oasis merupakan cekungan air yang ada di gurun pasir.






    Proses terbentuknya Oasis



    Air tawar yang muncul pada cekungan di permukaan gurun berasal dari air hujan atau sungai bawah tanah yang turun dari pegunungan di padang pasir. Air lalu mengalir melewati bebatuan yang kedap air. Air yang terperangkap ini kemudian ada yang merembes diantara bebatuan dan muncul ke permukaan yang cekung di padang pasir yang dinamai oasis.
    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------









    Cara Terbentuknya Fosil


    Fosil mahluk hidup terbentuk ketika mahluk hidup pada zaman dahulu (lebih dari 11.000 tahun) terjebak dalam lumpur atau pasir dan kemudian jasadnya tertutup oleh endapan lumpur. Endapan lumpur tersebut akan mengeras menjadi batu di sekeliling mahluk hidup yang terkubur tersebut.



    Bentuk fosil ada dua macam yaitu fosil cetakan dan jejak fosil. Fosil cetakan terjadi jika kerangka mahluk hidup yang terjebak di endapan lumpur meninggalkan bekas (misalnya tulang) pada endapan tersebut yang membentuk cetakan. Jika cetakan tersebut berisi lagi dengan endapan lumpur maka akan terbentuk jejak fosil persis seperti kerangka aslinya.

    Proses di temukannya fosil


    • Seekor Dinosaurus mati dan terkubur oleh endapan lumpur.


    • Tulang-belulang binatang tersebut berlahan-lahan digantikan oleh mineral sehingga mengeras seperti batu


    • Akibat terjadi pergerakan daratan seperti gempa bumi, longsor dan sebagainya, serta terkikisnya daratan oleh air maka kerangka atau cetakan fosil itu akan terlihat.
      -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




      Andai Oksigen Di Atmosfer, Lebih Banyak

      Kita tahu, udara adalah faktor pendukung utama kehidupan manusia di bumi. Dan komponen penyusun udara yang paling penting adalah oksigen. Ya, oksigen yang kita hidup dan mengalir dalam darah kita.
      Tahukah anda, oksigen ternyata hanya 21% dari keseluruhan atmosfer bumi. Komposisi terbesar adalah gas nitrogen yang kadarnya mencapai 77%. Sedangkan yang 1% adalah gas-gas penyusun lainnya. Mengapa Allah tidak memberikan lebih banyak oksigen kepada manusia di bumi?
      Oksigen memang berperan amat penting bagi kehidupan di bumi. Gas ini terlibat dalam hampir semua reaksi kimia yang menghasilkan energi yang diperlukan oleh makhluk hidup tingkat tinggi seperti manusia. Namun Allah telah menentukan kadar oksigen dalam udara yang kita hirup dengan sangat tepat. :-)
      Mengapa? Hal ini dijelaskan oleh seorang profesor mikrobiologi terkenal, Michael Denton dalam bukunya, Nature’s Destiny : How the Laws of Biology Reveal Purpose in the Universe, bahwa oksigen adalah unsur yang sangat mudah bereaksi. Bahkan kandungan oksigen di atmosfer yang sekarang, yakni 21% sangatlah mendekati ambang batas yang aman bagi kehidupan pada suhu lingkungan. Kemungkinan terjadinya kebakaran hutan meningkat sebesar 70% untuk setiap kenaikan 1% kandungan oksigen dalam atmosfer.
      Jika saja kadar oksigen di udara bertambah, niscaya bumi akan mudah terbakar. Tingginya kadar oksigen ini akan lebih memudahkan munculnya nyala api dan peristiwa pembakaran daripada biasanya. Akibatnya, percikan api kecil saja sudah mampu memicu kebakaran besar.
      Kadar oksigen di atmosfer tidak bertambah dan tidak berkurang. Ini adalah hasil daur ulang yang amat luar biasa yang melibatkan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Manusia dan hewan terus menerus menggunakan gas oksigen dan mengeluarkan gas karbondioksida. Sebaliknya, tumbuhan mengambil karbondioksida untuk proses fotosintesis, dan melepaskan oksigen. Tumbuhan membebaskan jutaan ton oksigen ke atmosfer setiap harinya. Dengan adanya serangkaian peristiwa ini, kehidupan pun dapat terus berlanjut.
      Sungguh sebuah tata keseimbangan yang sangat sempurna. Keseimbangan yang dirancang tanpa cacat. Inilah ilmu Allah yang Maha Sempurna, sang pencipta bumi dan segala isinya.
      “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk kepentinganmu apa  yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan diantara manusia ada yang membantah tentang keesaan Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan” (QS. Luqman : 20)
      ----------------------------------------------------------------------------------
      Kadar Oksigen di terangakan dalam Al-Quran
      Seperti yang kita ketahui dan pelajari bersama sewaktu skull dulu bahwa kadar Oksigen 02 semakin kita meninggalkan bumi maka kadar oksigen ini semakin berkurang ayat dibawah menjelaskan : 
      Image 

      125. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], 
      niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. 

      Perhatikan yang dicetak tebal sekali lagi Al-Quran menampakkan kemukjizatannya sebagai kalam Ilahi. Ayat ini menjelaskan dada manusia yang sesak/susah bernafas seperti ia sedang mendaki(naik)ke langit.Apakah orang2 kafir masih mengatakan bahwa ini karangan Muhammad??? sejak kapan kita manusia menemukan pesawat atau balon gas :wink:Carilah sendiri jawabannya..
      -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
      Bumi Panas,Ribuan Pulau Akan Tenggelam
      Kerusakan Dimuka Bumi In
      Ulah Tangan-T
      angan Manusia





      Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan. “Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang maha agung ini?” barangkali begitulah Anda berpikir.
      Baru-baru ini, Intergovernmental Panel on Cimate Change (IPCC) memublikasikan hasil pengam
      atan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3o C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Jika bumi terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.
      Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C per tahun. Tanda yang kasat mata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia, yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.

      Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daerah-daerah di Jakarta, seperti Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing; dan Bekasi, seperti Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya akan terendam semuanya.

      Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan
      global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi–termasuk laut di seputar Indonesia–terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula aset-aset usaha wisata pantai.

      Pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas/inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.

      Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan 
      bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.

      Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari s
      eparuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebabmakin panasnya udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.

      Jika kita tid




      ak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.







      Cara-cara praktis dan sederhana ‘mendinginkan’ bumi:
      1. Matikan listrik (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
      2. Ganti bola lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
      3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
      4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
      5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
      6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
      7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
      8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
      9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
      10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).



      CUACA DI BUMI MAKIN PANAS


      EXETER,Inggris (Persbiro): Bumi makin panas. Bahkan, pakar lingkungan mengingatkan Armagedon, saat kehan
      curan Bumi, semakin dekat. Namun, hal itu belum mampu meyakinkan Presiden George W. Bush untuk menandatangani Protokol Kyoto, kesepakatan untuk memotong jumlah emisi CO2 yang sering disebut 'gas rumah kaca'.
      Sejumlah bukti menunjukkan bahwa pemanasan global secara perlahan mulai mengacaukan keseimbangan sistim iklim di dunia yang akan berpengaruh pada kelangsungan hidup generasi selanjutnya. "Tidak diragukan lagi, iklim bumi telah berubah," kata Dennis Tirpak, pimpinan Konferensi Ilmu Pengetahuan yang diselenggarakan di Exeter, kepada AFP seperti dikutip Antara, Selasa.
      Menurut dia, secara global kondisi iklim pada sembilan dari 10 tahun terakhir merupakan yang terpanas sejak pencatatan pertama tahun 1861. Peningkatan gas rumah kaca mempengaruhi pola hujan dan siklus air global. Tirpak memilih gelombang panas yang mencengkeram Eropa tahun 2003 sebagai contoh. Peristiwa itu mengakibatkan bencana alam terparah, dalam 50 tahun dengan korban 30.000 orang tewas. Sedangkan kerugian yang diakibatkan ditaksir sekitar US$30miliar.
      "Sejak 1970-an, memanasnya iklim telah meningkatkan luas area dan frekuensi kekeringan." Hal itu juga menyebabkan perubahan sistim ekologi daratan dan lautan yang akibatnya sulit ditebak. "Di beberapa daerah beriklim sedang di Asia, gejala banjir dan kekeringan berulang juga telah tampak," kata Rajendra Pachauri, Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), yang menangani masalah pemanasan global di PBB.
      Ulah manusia Konferensi yang diselenggarakan oleh Inggris di kantor pusat meteorologinya (Met Office) di barat daya kota asal bahasa Inggris itu bertujuan untuk menaksir peran manusia dalam pemanasan global. Fenomena itu terjadi akibat tak terkendalikannya pembakaran gas, batu bara dan minyak yang menjadi sumber tenaga dalam dunia industri.
      Mereka melepaskan karbondioksida (CO2) dan gas-gas lain yang terkunci dalam kulit bumi selama jutaan tahun. Polusi karbon itu menjebak cahaya matahari dan menyebabkan permukaan bumi memanas, mengacaukan semacam tarian balet antara tiga komponen fisik raksasa yakni lautan, daratan dan udara. Salah satu masalahnya adalah bahwa meskipun polusi itu telah dihentikan dengan segera namun suhu akan terus meningkat setelah gas dimuntahkan ke atmosfer.
      "Kelembaman dapat membawa pengaruh, khususnya pada peningkatan permukaan air laut, untuk beberapa abad kalau tidak jutaan tahun," kata Pachauri. Yang paling utama, menurut dia, permukaan air laut meningkat karena pemuaian air akibat panas.
      Samudera adalah volume air terbesar, akibatnya sekali pemanasan dimulai maka akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghentikannya. Sementara itu, seperti dikutip Reuters, Inggris membantah anggapan yang menyatakan perubahan iklim tidak dapat dihentikan, sehingga negara itu memaksa AS untuk menandatangani Protokol Kyoto, Pada saat membuka pertemuan ilmiah selama tiga hari untuk membahas ancaman pemanasan global, Menteri lingkungan Margaret Beckett mengatakan penting bagi Washington untuk terlibat "Dampak signifikan belum terlihat, kami harus bertindak untuk membatasi skala pemanasan dan menghindari dampak yang lebih buruk. Kami ingin AS terlibat secara penuh dalam pembahasan ini," ujarnya.
      AS menjadi satu dari negara terbanyak penghasil gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), namun menolak opini umum yang menyebutkan manusia sebagai penyebab pemanasan global. AS juga menolak Protokol Kyoto yang membatasi emisi tersebut. Protokol, yang akan dipaksakan pada 16 Februari, bertujuan untuk memangkas emisi CO2 oleh negara maju dengan 5,2% di bawah tingkat pada 1990 saat 2008 menjadi 12.
      Namun, Presiden AS George Walker Bush tidak ingin mengurangi target itu. Padahal, Washington diharapkan memangkas jumlah emisi gas rumah kaca untuk setiap dolar penghasilan ekonomi 18% pada 2012 dibanding dengan 2002. Namun ekonomi tumbuh cepat, artinya secara keseluruhan tingkat emisi akan meningkat. Beckett, yang tidak meragukan kegiatan manusia sebagai penyebab pemanasan iklim, yakin tidak ada harapan membujuk Bush untuk menandatangi Protokol tersebut.
      Hal terpenting, tambahnya, adalah membujuk pemerintah AS dan publiknya untuk menguji apa yang akan dilakukan setelah 2012. Ilmuwan lingkungan Steve Schneider dari Universitas Stanford, California, mengatakan dia juga tidak berharap pada Bush untuk menandatangani Protokol Kyoto itu, namun akan membuat publik agar menekan pemimpinnya itu agar mau mengambil tindakan.
      "Ada cukup banyak orang mengetahui hal ini," tuturnya seraya memberi catatan pebisnis pun harus mengubah perilakunya.
      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------
      14 Cara Mengurangi Global Warmming


      Ada bermacam cara memperlambat dampak pemanasan global, cara-cara tersebut umumnya mudah dan sederhana. Tetapi kurang dilakukan secara serius oleh kebanyakan orang. Padahal pemanasan global adalah masalah yang serius. Suhu Bumi yang terus meningkat akan ber efek panjangnya musim kering atau kemarau. Mencairnya gunungan es di kutub. Naiknya permukaan air laut. Dan sulitnya mencari sumber mata air. Kalau sudah begitu siapa coba yang tanggung jawab? Berhubung Masih belum terlalu parah efeknya, mari kita lakukan 14 langkah perubahan menuju hidup yang lebih baik, berkualitas  dan ramah lingkungan.1. Batasi Penggunanaan kertas

      Tanamkan di pikiran anda kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka anda telah menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda 
      nge-print sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang dibaliknya masih kosong.2. Ganti bola lampu.

      Segera ganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon. Lampu neon ini membutuhkan energi yang lebih sedikit dibanding lampu pijar. Ingat setiap daya daya listrik yang anda pakai maka anda turut serta menghabiskan sumber daya energi listrik yang kebanyakan berbahan bakar fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar tak terbarukan, dan dalam jangka sepuluh tahun ke depan mungkin bahan bakar jenis ini akan habis.
      3. Hindari Screen Saver

      Shut down Komputer anda jika tidak akan digunakan dalam jangka lama, atau jika anda terpaksa meninggalkan komputer dalam keadaan menyala, matikan 
      screen saver. Mengaktifkan screen saver akan memakan energi dan mengeluarkan emisi Co2. Jadi matikan screen saver anda sekarang!4. Periksa tekanan ban

      Setiap anda ingin bepergian janagn lupa memeriksa tekanan ban kendaraan anda. ban yang kurang angin akan memperlambat laju kendaraan dan akhirnya akan membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak.
      5. Buka jendela lebar-lebar

      Di  Amerika , sebagian besar dari 22,7 ton emisi CO2 berasal dari rumah. Kebanyakan emisi atau gas buang tersebut berasal dari AC, kulkas, kompor gas atau refrigerator. Unutk meminimalkannya ketika dapat mengatur termostat AC dengan suhu udara di luar ruangan. Kemudian bukalah jendela lebar-lebar karena sirkulasi udara yang terjebak dapat  mengkonsumsi energi.
      6. Gunakan pupuk organik.

      Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen,  yang kemudian berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, murah pula.
      7. Tanamlah rumpun bambu

      Pepohonan memang terbukti mampu menyerap CO2, tetapi ternyata pohon atau rumpun bambu mampu menyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon-pohon lain.
       
       
      8. Naik kendaraan umum

      Saat ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector transportasi menyumbang sampai 14 %  emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika kita menggunakan kendaran umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca, karena dalam satu kendaraan umum bisa mengangkut puluhan orang, dan itu sangat hemat energi. Dibandingkan dengan kendaraan pribadi sperti sedan yang hanya mengangkut maksimal empat orang.
      9. Kurangi makan daging sapi

      Betul, kurangi dari sekarang memakan daging sapi. Selain megandung kalori y ang tinggi. Daging sapi juga menyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup signifikan. Setiap kilogaram daging sapi yang kita makan, setara dengan menyalakan bola lampu 20 watt selama 20 hari.
      10. Jangan pakai kantong plastik

      Di beberapa Negara bagian Amerika, urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat undang-undangnya segala. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara setempat unutk melarang penggunaan kantong plastic sebagai kantong belanjaan. Plastik ini memang unsur yang sulit terurai, butuh 1000 tahun untuk mengurainya didalam tanah.

      Efek Gas rumah kaca yang ditimbulkannya juga cukup besar. Maka beralihlah ke kantong kain, misal dari kain serat alami.
      11. Membeli produk lokal

      Produk lokal tentu tidak memerlukan jalur distribusi yang panjang dan membutuhkan banyak bahan bakar. Ini berarti mengurangi emisi CO2 yang dikeluarkan mobil-mobil pengangkutnya. Kemudian belilah produk sayuran atau buah-buahan sesuai musimnya. Ini akan menghemat biaya transportasi dan menghindari harga jual yang mahal.
      12. Hidup efisien

      Apapun aktifitas manusia di bumi akan berdampak pada bumi yang kita diami ini. Pola komsumsi energi, pola lingkungan dan sebagainya. Hiduplah seefisien mungkin, gunakan sedikit energi, komsumsilah sedikit makanan, tinggalkan pola hidup konsumtif, ramahlah terhadap lingkungan, sedikit bicara lebih banyak berpikir, dan sebagainya.
      13. Mengemudi cerdas

      Hindari perjalanan yang panjang dan menghabiskan waktu, bila mungkin memotong jalan lakukanlah. Kurangilah aktifitas yang menggunakan kendaraan pribadi. Jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, pilihlah jalan-jalan alternative yang bebas macet dan tidak mengkonsumsi energi. Bila anda menunggu, matikan mesin sebab gas buangan tetap keluar sementara bahan bahan bakar terpakai.
      14. Pakai baju bekas

      Sekarang bukan jamannya gengsi, toh kita mati tidak membawa gengsi. Tak perlu malu memakai baju bekas atau baju warisan orang tua. Dengan mengurangi membeli pakaian baru maka anda membantu mengurangi pemakaian listrik di pabrik pakaian.

      Apalagi banyak bahan kain sintetis yang mengandung minyak bumi. Bahkan katun yang berasal dari kapas ternyata mengandung pestisida

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Info Bumi"

Posting Komentar

Buat siapa saja yang suka dengan artikel saya, silahkan anda share di mana saja anda suka (blog, facebook, twitter dll). Namun, bila berkenan mohon cantumkan link sumber dari artikel yang sobat blogger share (copy/paste). Mari bangun Indonesia lebih baik lagi, dengan berbagi informasi yang bermanfaat. Terima kasih,,^o^
======================================================

Next Prev home